Hati-hati! Diet Ketat Bisa Bikin Cepat Tua

Jakarta, Karena sudah putus asa berat badan tak kunjung turun, tak sedikit orang mati-matian membatasi porsi makan alias diet ketat. Meski berat badan cepat turun, tapi diet ketat dapat berbahaya bagi tubuh, salah satunya bikin kulit cepat tua.

Diet pada dasarnya adalah mengatur pola makan sehat, namun banyak yang salah mengartikan menjadi mengurangi porsi atau waktu makan. Bahkan ada yang gila-gilaan melakukan diet ketat untuk menurunkan berat badan.

Diet ketat adalah cara berbahaya untuk menurunkan berat badan. Cara ini memberikan hasil yang sementara dan membuat tubuh menjadi lemah. Selain itu, tubuh akan banyak kehilangan nutrisi penting yang akhirnya mempengaruhi kulit dan tubuh secara keseluruhan.

Diet ketat dapat menyebabkan efek buruk pada kulit, yaitu penuaan diri. Anda cenderung menjadi cepat tua dan akan melihat tanda-tanda keriput, kulit kendur dan garis halus, seperti dilansir Boldsky, Sabtu
(15/12/2012).

Hal ini terjadi karena pola makan yang ekstrem sehingga tubuh tidak akan mendapatkan gizi yang diperlukan. Dengan Anda mengurangi makan dengan tiba-tiba, tubuh kehilangan mineral penting, protein dan
vitamin yang diperlukan oleh kulit.

Selain bikin cepat tua, ada beberapa bahaya lain yang terjadi jika Anda melakukan diet ketat, antara lain:

1. Berat badan turun sementara
Anda mungkin merasa senang bila diet ketat benar-benar bekerja, tapi ketahuilah bahwa hasil itu hanya sementara. Setelah beberapa waktu, berat badan Anda cenderung akan naik lebih dari sebelumnya.

Hal ini terjadi karena metabolisme tidak mendapatkan cukup kalori untuk melakukan pembakaran, sehingga akan menyesuaikan sendiri dengan tingkat pembakaran yang lebih rendah. Kondisi ini kemudian akan sangat sulit untuk kembali ke kondisi normal, sehingga berat badan yang turun pun hanya sementara.

2. Berkurangnya otot dan jaringan
Diet terlalu ketat memungkinan lemak justru disimpan dan otot dibakar sebagai gantinya. Hal ini menyebabkan tubuh kehilangan banyak otot dan jaringan. Hal ini pada gilirannya dapat melemahkan otot, mengurangi stamina bahkan melemahkan tulang.

3. Kurang gizi
Diet ketat dapat menyebabkan kekurangan gizi karena tidak mendapatkan karbohidrat, kalsium, protein dan zat gizi lainnya. Hal ini pada gilirannya dapat menyebabkan melemahnya sistem kekebalan tubuh.
Kondisi ini juga menyebabkan masalah seperti batu empedu, rambut rontok dan gangguan kesehatan lainnya.

(vit/vit

sumber: detikhealth

Kegemukan Membunuh 3 Kali Lipat Lebih Banyak Ketimbang Kurang Gizi

Jakarta, Kegemukan dan obesitas kini menjadi masalah besar di hampir sebagian besar negara di dunia. Kondisi ini sebaiknya jangan disepelekan, karena obesitas bisa membunuh 3 kali lipat lebih banyak ketimbang kurang gizi.

Dalam studi edisi khusus The Lancet diketahui saat ini obesitas menyebabkan kematian 3 kali lipat dibanding dengan kekurangan gizi per tahunnya di seluruh dunia. Hal ini menunjukkan sekarang makan terlalu banyak bisa menjadi risiko yang lebih serius bagi kesehatan masyarakat daripada kurang makan.

Di seluruh dunia telah ada keberhasilan yang cukup signifikan dalam menanggulangi gizi buruk, yang mana angka kematian turun sebesar dua pertiga sejak tahun 1990 hingga 2010.

Namun dengan adanya peningkatan kesejahteraan justru timbul masalah baru berupa obesitas yang mana akibat seseorang makan berlebih dan kurang berolahraga setiap harinya, sehingga ukuran lingkar pinggang makin membesar.

"Kami telah pergi dari dunia 20 tahun lalu yang mana orang tidak mendapatkan makan yang cukup menuju dunia sekarang yang mana banyak konsumsi makanan tidak sehat dan terlalu banyak, hal ini membuat kita jadi sakit," ujar Dr Majid Ezzati, ketua kesehatan lingkungan global dari Imperial College London, seperti dikutip dari Telegraph, Minggu (16/12/2012).

Orang-orang yang makan berlebih ini membuat kesehatannya memburuk dan sebagian besar meningkatkan risiko penyakit yang terkait dengan obesitas termasuk diabetes tipe 2, penyakit jantung dan kanker.

Masalah-masalah ini memiliki implikasi yang besar terhadap sistem kesehatan, karenanya hal ini harus menjadi prioritas dan tidak bisa disepelekan. Diketahui memang ada berbagai faktor yang terkait dengan sebab kematian salah satunya adalah obesitas, disamping tekanan darah tinggi dan merokok.

Obesitas sendiri telah meningkat dari faktor risiko urutan 10 menjadi urutan 6, sedangkan tekanan darah tinggi meningkat dari urutan 4 menjadi urutan pertama dan menyumbang sekitar 9 juta kematian setiap tahunnya.

"Ada banyak hal yang dapat kita lakukan untuk mengurangi risiko penyakit. Untuk itu tindakan perlu diambil dalam mengatasi masalah-masalah baru yang kini dihadapi oleh dokter di seluruh dunia," ujar Dr Ezzati.


(ver/vit

sumber: detikhealth

 

pelangsing paling ampuh © 2011-2013 | Designed by Cheap Hair Accessories